Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan penyidikan suap
revisi peraturan daerah (Perda) 6/2010 terkait venue menembak pada PON
ke-18 di Riau. Meski penyidikan tersebut belum tuntas, kini lembaga
superbody itu mengembangkan kasus pada dugaan korupsi proses
pengadaannya.
Venue yang penyelidikannya tengah dilakukan KPK,
baru untuk main stadium PON, di komplek Universitas Riau (UR), dengan
nilai anggaran mencapai Rp1,1 triliun.
Namun, venue lain yang diduga bermasalah juga akan diusut KPK jika ditemukan data yang mendukung.
"Tergantung informasi, apakah ada data yang mendukung atau tidak. Saat
ini perkembangan kasus ini sedang dilakukan penyelidikan terhadap
pengadaan main stadium. Sudah dilakukan permintaan keterangan pada
sejumlah pihak, seperti panitia pengadaan," kata Juru Bicara KPK, Johan
Budi di kantornya, Jakarta, Senin (3/9/2012)
Dari 54 venue yang disiapkan untuk pertandingan seluruh cabor PON, ada 7 yang sempat terkendala pembangunannya.
Setelah dicarikan solusi, masih ada dua venue yang hingga kini belum
selesai dibagun. Di antaranya, venue menembak di Pekanbaru dan futsal di
Tembilahan, Indragiri Hilir, Riau.
Venue menembak mulanya
dianggarkan Rp42 miliar. Kemudian diusulkan revisi Perdanya untuk
penambahan anggaran menjadi Rp62 miliar.
Saat revisi Perda
akan disahkan DPRD, KPK melakukan tangkap tangan terhadap anggota DPRD
Riau, M Faisal Aswan, pegawai Dispora Eka Dharma Putra dan Manajer
Keuangan PT Pembangunan Perumahan (PP) Persero, Rahmat Syahputra.
Kemudian untuk venue futsal di Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir
(Inhil), dibangun dengan anggaran Rp79 miliar menggunakan dana sharing
APBD Riau dan APBD Inhil. Awalnya sempat terkendala karena DPRD Inhil
mempersoalkan besarnya anggaran yang diusulkan, terutama sharing yang
harus ditanggung Pemda Inhil.
Kendala itu juga menjadi penyebab
terjadinya keterlambatan pembangunannya. Bahkan target terakhir dua
venue itu baru selesai tanggal 5 September 2012 nanti.
Saat ditanyakan apakah dua venue ini sudah diselidiki KPK, Johan mengatakan belum dilakukan.
"Pengembangan Perda 6 tahun 2010 ini ke penyilidikan pengadaan main stadium. Venue menembak dan futsal belum," tegas Johan.
JAKARTA-- Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi
Alfian Mallarangeng menyatakan penyelenggaraan PON XVIII yang
berlangsung 9-21 September 2012 akan berjalan dengan baik dan lancar
sesuai yang diharapkan.
Menpora menepis tudingan yang menyebutkan bahwa PON di Riau akan
terselenggara secara darurat, mengingat belum rampungnya sejumlah venues
PON. "PON di Riau insya Allah berjalan dengan baik. Kalau ada yang
menyampaikan darurat, itu tidak benar," ujar Menpora.
Pernyataan optimise itu disampaikan Andi, karena ia mengaku telah turun
secara langsung ke lapangan untuk melihat bagaiamana persiapan Riau
menyambutivnet empat tahunan itu, mulai dari kesiapan venues maupun
fasiltas dan pendukung lainnya.
"Saya sudah melihat langsung ke lapangan seluruh venues PON telah
memenuhi standar dan siap digunakan untuk menyelenggaraan pertandingan,"
terang Politisi dari Partai Demokrat itu.
Memang sebut Andi, ada sejumlah venues PON yang selesai secara
fungsional. Seperti venues Menembak di kawasan Rumbai di Pekanbaru dan
lapangan Futsal di kawasan olahraga di Tembilahan kabupaten Indragiri
Hilir. Kedua venue, seperti landscape-nya belum selesai, parkiran belum
bagus ." Tapi siap dan sudah memenuhi syarat untuk menggelar
pertandingan," imbuh Andi sembari menyatakan bahwa saat ini panitian
terus mematangkan persiapan ‘dengan mengadakan untuk acara pembukaan
yang akan dihadiri Presiden RI Susilo Bambang Yudoyonio pekan depan.
Sementara itu, Ketua PB PON yang juga Gubernur Riau pada kesempatan itu
juga menegaskan bahwa ahwa kondisi venues PON yang sebenarnya telah
selesai dan siap menggelar Cabor yang dipertandingkan.
"Jadi apa yang digambarkan seakan-akan semuanya minimalis, saya juga
membaca ada darurat PON. Kami merasa tidak demikian, "terang Rusli di
hadapan anggota Komisi yang membidangi olahraga, pendidikan dan
kebudayaan itu.
Rusli juga mengatakan, sebanyak 54 venue dari 39 Cabor olahraga yang
dipertandingan pada PON nanti mayoritas selesai secara utuh. Hanya saja
ada beberapa venues saja yang selesai secara fungsional, tapi siap
digunakan dan dimainkan pada waktunya.
"Venues menembak fungsional, tapi siap dimainkan. Begitu juga Stadion
Narasinga, Rengat dan lapangan Futsal di Tembilahan yang selesai secara
fungsional," jelasnya.
Untuk meyakinkan anggoat Komisi X, Gubri pada presentasi kesiapan venue
PON tidak hanya menyampaikan apa yang bahan berupa tertulis tapi
dilengkapi dengan fotonya. Terutama venue yang sudah berdiri megah,
namun selama ini disayangkannya jarang diekspose oleh media. Karena
menurutnya yang sering muncul hanya yang belum selesai.
"Ini untuk senam, bagian dalamnya. Ini adalah gedung bela diri, nanti
wushu di sini. Tapi tak pernah juga masuk TV (televisi) yang begini.
Yang dilihat hanya yang belum selesai," paparnya.
Menurut Rusli sepekan terakhir pembangunan venue yang belum siap terus
digesa sampai bisa fungsional. Sedangkan venue lain yang sudah siap,
sejak sebulan lalu telah digunakan untuk uji coba. "Ini stadion,
baru-baru ini digunakan pemain naisonal Brazil. Saat PON akan digunakan
untuk babak penyisihan," ulas Rusli menunjukkan foto stadion Rumbai.
Rusli juga menunjukkan foto venue hanggar di Universitas Lancang Kuning.
Venue Untuk olahraga bela diri, sampai venue menembak dan futsal yang
paling terkendala pembangunannya. "Nah ini yang venue menembak. Ini yang
jarak 20 meter, 25 meter. Di luar ini sedang kita pasang landscapenya.
Sebagian venue ini nanti akan digunakan untuk iven Islamic Solidarity
Games," kata Rusli menjelaskan gambar yang muncul pada layar presentasi
ruang Komisi X.
Pada kesempatan itu mantan Bupati Indragiri Hilir Riau duia periode
tersebut juga menunjukkan sejumlah infrastruktur penunjang PON, seperti
fly over di pertigaan Jalan Tuanku Tambusai dan Jalan Soedirman -
Harapan Raya, yang sudah digunakan untuk mengurangi kemacetan Kota
Pekanbaru, terutama selama pelaksanaan PON.
"Ini lah gambaran kondisi yang dapat kita lihat," ungkap Gubri di depan.
Dia menambahkan bahwa Pemerintah Provinsi Riau bersama PB PON akan
berupaya semaksimal mungkin agar sukses penyelenggaraan PON dapat
terwujud
Menanggapi presentasi yang dikemukanan Menpora dan Gubri dan juga KONI
pusat, Ketua Komisi X DPR RI Agus Hermanto menyatakan saat ini pihaknya
tidak mengawatirkan lagi terhadap persiapan dan kesiapan PON yang
dibacanya di sejumlah media mengalami berbagai kendala hingga PON akan
terselenggara secara darurat atau minimalis.
"Setelah mendapat penjelasan dari Gubernur Riau yang diperkuat Menpora
dan juga KONI tentang persiapan dan kesiapan Riau menggelar PON, maka
kami sudah tidak kawatir lagi jika disebutkan PON tidak berjalan baik
dan lancar," pungkas politisi dari Fraksi Partai Demokrat itu.
Metrotvnews.com, Pekanbaru: Wakil Presiden Boediono
memantau langsung kondisi dan persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON)
XVIII di Pekanbaru, Riau, Ahad (9/9). Ia berharap Pemerintan Provinsi
Riau bisa memanfaatkan acara yang digelar empat tahun sekali ini dengan
baik.
Boediono juga menyempatkan diri mengunjungi beberapa tempat arena
pertandingan, salah satunya arena menembak. Di sana ditemui atket sedang
berlatih. Kepada para atlet, Wapres meminta untuk tetap fokus
memberikan yang terbaik dan tidak merisaukan kendala-kendala.
Sementara itu, kebocaran di arena bola billiar, hari ini, sudah bisa
ditanggulangi. Namun, lahan parkir arena masih digenangi air. Meski
demikian, pertandingan bola billiar akan tepat dilaksanakan pada siang
ini.(wtr5)
Minggu, 09 September 2012
Korupsi PON Riau 2012
Persiapan PON Riau sudah dinodai dengan adanya praktik suap terhadap sejumlah anggota DPRD Riau.
Pagelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII/2012 Riau, yang rencananya akan resmi dibuka 9 September nanti, diawali dengan insiden rubuhnya Stadion Tenis di PTPN V Pekanbaru Riau, Kamis (6/9). Peristiwa ini menambah panjang rapor merah persiapan PON kali ini.
Jauh hari sebelumnya, persiapan PON Riau ini sudah dinodai dengan adanya praktik suap terhadap sejumlah anggota DPRD Riau terkait pembahasan Perda Penyelenggaraan PON 2012. Kasus tersebut telah menyeret 13 orang tersangka, yang terdiri dari anggota DPRD, pejabat Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) Riau, dan rekanan proyek dari pihak swasta.
Praktik Korupsi ini terkuak saat KPK mencokok tujuh anggota DPRD Riau bersama barang bukti uang suap Rp900 juta pada 3 April lalu. Namun, hanya dua orang jadi tersangka, yakni M Faizal Azwan (Golkar) dan M. Dunir (Partai Kebangkitan Bangsa).
Saat itu, Kepala Seksi Pengembangan Sarana Prasarana Dinas Pemuda dan Olahraga Riau Eka Darma Putra dan Manajer Pemasaran PT Pembangunan Perumahan Rahmat Syaputra ikut tertangkap dan langsung menjadi tersangka penyuap.
Sebulan kemudian, giliran Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Riau Lukman Abbas, dan Wakil Ketua DPRD Taufan Andoso Yakin, menjadi tersangka. Pada 13 Juli lalu, KPK kembali menetapkan tujuh tersangka baru dari anggota DPRD Riau, yakni Adrian Ali, Abu Bakar Siddik, Zulfan Heri, Syarif Hidayat, Tengku Muazza, Mohammad Roem Zein, dan Ruhman A.
Ke-13 orang itu kini sudah menjadi terdakwa dan sudah mulai menjalani proses persidangan. Dalam proses persidangan nama Gubernur Riau Rusli Zainal ikut terseret. Ketika sidang terdakwa Eka dan Rahmad, terungkap peran Rusli yang memerintahkan Lukman menyuap anggota DPRD Riau.
Gubernur Riau itu juga diduga menerima uang sebesar Rp500 juta dari rekanan proyek. Terungkap juga kucuran dana sebesar Rp 9 miliar kepada politikus di Senayan. Meski menampik fakta persidangan yang menyebutkan ikut terlibat, Rusli tetap beberapa kali harus menjalani pemeriksaan di KPK. Namun, hingga kini status Gubernur Riau itu masih sebagai saksi, bukan tersangka.
Amunisi Baru KPK
Ambruknya atap Stadion Tenis yang akan dipakai dalam PON kali ini, kembali mengingatkan akan karut-marut pembangunan venue dan dugaan korupsi dalam proses pembangunannya. Tak heran, Indonesian Corruption Watch (ICW) menilai insiden ini bisa menjadi amunisi baru bagi KPK untuk menindaklanjuti kasus korupsi PON Riau.
“Kejadian ini bisa jadi momentum, khususnya bidang olahraga. Kenyataannya, olahraga tidak bersih juga dari tindak korupsi. Hal ini bisa jadi ladang, semut-semut senang ada aliran uang di dalamnya,” kata Koordinator Divisi Investigasi dan Publikasi ICW Agus Sunaryanto, Jumat (7/9).
ICW juga berharap Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) turun tangan memperkuat data dan mendukung penyidikan KPK dalam pengembangan Kasus Suap PON tersebut. “Yang perlu dilakukan sekarang adalah pembangunan dicek mungkin ada penurunan kualitas atau under quality dari bahan yang digunakan,” imbuh Agus.
Menurut Agus, pelaksana proyek bisa menjadikan ambruknya kanopi venue tenis sebagai sampel kasus dan mempertanggungjawabkan bangunan lainnya. "Bangunan lain yang mungkin bisa berpotensi rusak atau belum layak pakai,” ujarnya.
Untuk ke depannya, ICW berharap setiap pembangunan gedung dapat diatur soal masa garansi dan perawatan, sehingga masalah atau perawatan gedung setelah dibangun dapat terus dijaga. “Dua tahun lagi, 4 tahun lagi, 20 tahun lagi semoga bisa terasa. Minimnya efek jera pada kasus korupsi, baik dari proses penyelidikan maupun yang ditangani kepolisian dan kejaksaan agung, harus bisa diperkuat setelah kejadian ini,” tandas Agus.
Kegiatan PON merupakan ajang olahraga yang seharusnya dapat mengangkat nama-nama atlet nasional. Olahraga sendiri memegang kuat prinsip keadilan dan kejujuran. Sangatlah miris jikalau ajang yang penuh sportivitas ini ke depannya tetap saja dinodai pratik-praktik korupsi.
Sidang lanjutan dugaan suap revisi Perda No 06 Tahun 2009 dengan dua terdakwa anggota DPRD Riau M Dunir dan Faisal Aswan, Kamis (6/9/2012) kembali digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru dengan agenda masih mendengarkan keterangan saksi.
Dalam persidangan yang dipimpin oleh Hakim Ketua Krosbin Lumban Gaol SH itu Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan 4 orang saksi yakni terdakwa Rahmat Syahputra, Sandi, Dasril dan Kabid Sarana dan Prasarana Dispora Riau Zulkifli Rahman.
Saksi pertama yang memberikan keterangannya adalah Rahmat Syahputra. Kepada Majelis Hakim terdakwa Rahmat mengaku uang Rp 900 juta yang akan diberikan ke anggota DPRD Riau itu adalah cuma-cuma dan tidak pinjaman.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan penyidikan suap revisi peraturan daerah (Perda) 6/2010 terkait venue menembak pada PON ke-18 di Riau. Meski penyidikan tersebut belum tuntas, kini lembaga superbody itu mengembangkan kasus pada dugaan korupsi proses pengadaannya.
Venue yang penyelidikannya tengah dilakukan KPK, baru untuk main stadium PON, di komplek Universitas Riau (UR), dengan nilai anggaran mencapai Rp1,1 triliun.
Namun, venue lain yang diduga bermasalah juga akan diusut KPK jika ditemukan data yang mendukung.
"Tergantung informasi, apakah ada data yang mendukung atau tidak. Saat ini perkembangan kasus ini sedang dilakukan penyelidikan terhadap pengadaan main stadium. Sudah dilakukan permintaan keterangan pada sejumlah pihak, seperti panitia pengadaan," kata Juru Bicara KPK, Johan Budi di kantornya, Jakarta, Senin (3/9/2012)
Dari 54 venue yang disiapkan untuk pertandingan seluruh cabor PON, ada 7 yang sempat terkendala pembangunannya.
Setelah dicarikan solusi, masih ada dua venue yang hingga kini belum selesai dibagun. Di antaranya, venue menembak di Pekanbaru dan futsal di Tembilahan, Indragiri Hilir, Riau.
Venue menembak mulanya dianggarkan Rp42 miliar. Kemudian diusulkan revisi Perdanya untuk penambahan anggaran menjadi Rp62 miliar.
Saat revisi Perda akan disahkan DPRD, KPK melakukan tangkap tangan terhadap anggota DPRD Riau, M Faisal Aswan, pegawai Dispora Eka Dharma Putra dan Manajer Keuangan PT Pembangunan Perumahan (PP) Persero, Rahmat Syahputra.
Kemudian untuk venue futsal di Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), dibangun dengan anggaran Rp79 miliar menggunakan dana sharing APBD Riau dan APBD Inhil. Awalnya sempat terkendala karena DPRD Inhil mempersoalkan besarnya anggaran yang diusulkan, terutama sharing yang harus ditanggung Pemda Inhil.
Kendala itu juga menjadi penyebab terjadinya keterlambatan pembangunannya. Bahkan target terakhir dua venue itu baru selesai tanggal 5 September 2012 nanti.
Saat ditanyakan apakah dua venue ini sudah diselidiki KPK, Johan mengatakan belum dilakukan.
"Pengembangan Perda 6 tahun 2010 ini ke penyilidikan pengadaan main stadium. Venue menembak dan futsal belum," tegas Johan.
Pagelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII/2012 Riau, yang rencananya akan resmi dibuka 9 September nanti, diawali dengan insiden rubuhnya Stadion Tenis di PTPN V Pekanbaru Riau, Kamis (6/9). Peristiwa ini menambah panjang rapor merah persiapan PON kali ini.
Jauh hari sebelumnya, persiapan PON Riau ini sudah dinodai dengan adanya praktik suap terhadap sejumlah anggota DPRD Riau terkait pembahasan Perda Penyelenggaraan PON 2012. Kasus tersebut telah menyeret 13 orang tersangka, yang terdiri dari anggota DPRD, pejabat Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) Riau, dan rekanan proyek dari pihak swasta.
Praktik Korupsi ini terkuak saat KPK mencokok tujuh anggota DPRD Riau bersama barang bukti uang suap Rp900 juta pada 3 April lalu. Namun, hanya dua orang jadi tersangka, yakni M Faizal Azwan (Golkar) dan M. Dunir (Partai Kebangkitan Bangsa).
Saat itu, Kepala Seksi Pengembangan Sarana Prasarana Dinas Pemuda dan Olahraga Riau Eka Darma Putra dan Manajer Pemasaran PT Pembangunan Perumahan Rahmat Syaputra ikut tertangkap dan langsung menjadi tersangka penyuap.
Sebulan kemudian, giliran Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Riau Lukman Abbas, dan Wakil Ketua DPRD Taufan Andoso Yakin, menjadi tersangka. Pada 13 Juli lalu, KPK kembali menetapkan tujuh tersangka baru dari anggota DPRD Riau, yakni Adrian Ali, Abu Bakar Siddik, Zulfan Heri, Syarif Hidayat, Tengku Muazza, Mohammad Roem Zein, dan Ruhman A.
Ke-13 orang itu kini sudah menjadi terdakwa dan sudah mulai menjalani proses persidangan. Dalam proses persidangan nama Gubernur Riau Rusli Zainal ikut terseret. Ketika sidang terdakwa Eka dan Rahmad, terungkap peran Rusli yang memerintahkan Lukman menyuap anggota DPRD Riau.
Gubernur Riau itu juga diduga menerima uang sebesar Rp500 juta dari rekanan proyek. Terungkap juga kucuran dana sebesar Rp 9 miliar kepada politikus di Senayan. Meski menampik fakta persidangan yang menyebutkan ikut terlibat, Rusli tetap beberapa kali harus menjalani pemeriksaan di KPK. Namun, hingga kini status Gubernur Riau itu masih sebagai saksi, bukan tersangka.
Amunisi Baru KPK
Ambruknya atap Stadion Tenis yang akan dipakai dalam PON kali ini, kembali mengingatkan akan karut-marut pembangunan venue dan dugaan korupsi dalam proses pembangunannya. Tak heran, Indonesian Corruption Watch (ICW) menilai insiden ini bisa menjadi amunisi baru bagi KPK untuk menindaklanjuti kasus korupsi PON Riau.
“Kejadian ini bisa jadi momentum, khususnya bidang olahraga. Kenyataannya, olahraga tidak bersih juga dari tindak korupsi. Hal ini bisa jadi ladang, semut-semut senang ada aliran uang di dalamnya,” kata Koordinator Divisi Investigasi dan Publikasi ICW Agus Sunaryanto, Jumat (7/9).
ICW juga berharap Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) turun tangan memperkuat data dan mendukung penyidikan KPK dalam pengembangan Kasus Suap PON tersebut. “Yang perlu dilakukan sekarang adalah pembangunan dicek mungkin ada penurunan kualitas atau under quality dari bahan yang digunakan,” imbuh Agus.
Menurut Agus, pelaksana proyek bisa menjadikan ambruknya kanopi venue tenis sebagai sampel kasus dan mempertanggungjawabkan bangunan lainnya. "Bangunan lain yang mungkin bisa berpotensi rusak atau belum layak pakai,” ujarnya.
Untuk ke depannya, ICW berharap setiap pembangunan gedung dapat diatur soal masa garansi dan perawatan, sehingga masalah atau perawatan gedung setelah dibangun dapat terus dijaga. “Dua tahun lagi, 4 tahun lagi, 20 tahun lagi semoga bisa terasa. Minimnya efek jera pada kasus korupsi, baik dari proses penyelidikan maupun yang ditangani kepolisian dan kejaksaan agung, harus bisa diperkuat setelah kejadian ini,” tandas Agus.
Kegiatan PON merupakan ajang olahraga yang seharusnya dapat mengangkat nama-nama atlet nasional. Olahraga sendiri memegang kuat prinsip keadilan dan kejujuran. Sangatlah miris jikalau ajang yang penuh sportivitas ini ke depannya tetap saja dinodai pratik-praktik korupsi.
Sidang lanjutan dugaan suap revisi Perda No 06 Tahun 2009 dengan dua terdakwa anggota DPRD Riau M Dunir dan Faisal Aswan, Kamis (6/9/2012) kembali digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru dengan agenda masih mendengarkan keterangan saksi.
Dalam persidangan yang dipimpin oleh Hakim Ketua Krosbin Lumban Gaol SH itu Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan 4 orang saksi yakni terdakwa Rahmat Syahputra, Sandi, Dasril dan Kabid Sarana dan Prasarana Dispora Riau Zulkifli Rahman.
Saksi pertama yang memberikan keterangannya adalah Rahmat Syahputra. Kepada Majelis Hakim terdakwa Rahmat mengaku uang Rp 900 juta yang akan diberikan ke anggota DPRD Riau itu adalah cuma-cuma dan tidak pinjaman.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan penyidikan suap revisi peraturan daerah (Perda) 6/2010 terkait venue menembak pada PON ke-18 di Riau. Meski penyidikan tersebut belum tuntas, kini lembaga superbody itu mengembangkan kasus pada dugaan korupsi proses pengadaannya.
Venue yang penyelidikannya tengah dilakukan KPK, baru untuk main stadium PON, di komplek Universitas Riau (UR), dengan nilai anggaran mencapai Rp1,1 triliun.
Namun, venue lain yang diduga bermasalah juga akan diusut KPK jika ditemukan data yang mendukung.
"Tergantung informasi, apakah ada data yang mendukung atau tidak. Saat ini perkembangan kasus ini sedang dilakukan penyelidikan terhadap pengadaan main stadium. Sudah dilakukan permintaan keterangan pada sejumlah pihak, seperti panitia pengadaan," kata Juru Bicara KPK, Johan Budi di kantornya, Jakarta, Senin (3/9/2012)
Dari 54 venue yang disiapkan untuk pertandingan seluruh cabor PON, ada 7 yang sempat terkendala pembangunannya.
Setelah dicarikan solusi, masih ada dua venue yang hingga kini belum selesai dibagun. Di antaranya, venue menembak di Pekanbaru dan futsal di Tembilahan, Indragiri Hilir, Riau.
Venue menembak mulanya dianggarkan Rp42 miliar. Kemudian diusulkan revisi Perdanya untuk penambahan anggaran menjadi Rp62 miliar.
Saat revisi Perda akan disahkan DPRD, KPK melakukan tangkap tangan terhadap anggota DPRD Riau, M Faisal Aswan, pegawai Dispora Eka Dharma Putra dan Manajer Keuangan PT Pembangunan Perumahan (PP) Persero, Rahmat Syahputra.
Kemudian untuk venue futsal di Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), dibangun dengan anggaran Rp79 miliar menggunakan dana sharing APBD Riau dan APBD Inhil. Awalnya sempat terkendala karena DPRD Inhil mempersoalkan besarnya anggaran yang diusulkan, terutama sharing yang harus ditanggung Pemda Inhil.
Kendala itu juga menjadi penyebab terjadinya keterlambatan pembangunannya. Bahkan target terakhir dua venue itu baru selesai tanggal 5 September 2012 nanti.
Saat ditanyakan apakah dua venue ini sudah diselidiki KPK, Johan mengatakan belum dilakukan.
"Pengembangan Perda 6 tahun 2010 ini ke penyilidikan pengadaan main stadium. Venue menembak dan futsal belum," tegas Johan.
Bom Depok V.2
VIVAnews -
Buntut peristiwa ledakan di Yayasan Yatim Piatu Pondok Bidara, Beji,
Depok, Sabtu 8 September malam, polisi mengamankan keluarga Yusup
Rizaldi, orang yang disebut sebagai pihak pengontrak rumah yang hancur
akibat ledakan bom rakitan itu.
Penjemputan dilakukan hari tadi. Sekitar 02.00 WIB, petugas dengan pakaian preman datang ke kediaman Yusup Rizaldi di kawasan Petojo, Gambir, Jakarta Pusat. Istri Yusuf, Habza, dan kedua anak kembarnya telah diamankan petugas. "Yang dibawa istinya sama dua anaknya yang berumur sekitar 3 tahunan," ujar Ketua RT 10 Petojo Binantu V, Gambir, Ani Abdillah, Minggu, 9 September 2012.
Ani mengungkapkan petugas sempat bingung dengan identitas Yusup. Pasalnya, identidas dan panggilan akrabnya di daerah tersebut berbeda. "Polisi datang ke tempat saya, tanya ada tidak warga saya yang namanya Yusup, saya jawab tidak ada. Lalu saya antar ke RT 9," tambah dia.
Ani menceritakan, keluarga Yusup diamankan delapan petugas. Dari rumah tersebut petugas juga mengamankan satu kardus yang isinya tidak diketahui. "Yang datang ke rumah, dua petugas, belum yang di luar, mungkin ada delapan orang,"tandasnya.
Yusup, menurut Ani, merupakan sosok yang ramah meski pria yang dikenal sebagai ahli rukyah dan bekam itu jarang mengikuti kegiatan-kegiatan masyarakat.
Selain praktek bekam, Yusup diketahui memiliki usaha dagang di rumahnya. Tatangga tak pernah menduga ia terkait dengan kasus teroris. "Siapa yang nyangka? Orangnya biasa, suka ngobrol sama tetangga," tambahnya.
Sebelumnya, Ani menambahkan, istri Yusup mengaku suaminya sudah beberapa hari tidak di rumah. Yusuf izin pergi selama tiga hari ke luar kota untuk menghadiri pernikahan kerabatnya.
Saat ini kediaman Yusup yang merupakan rumah mendiang orang tua istrinya, tertutup rapat, digembok. Tak adagaris polisi di sekelilingnya.
Penjemputan dilakukan hari tadi. Sekitar 02.00 WIB, petugas dengan pakaian preman datang ke kediaman Yusup Rizaldi di kawasan Petojo, Gambir, Jakarta Pusat. Istri Yusuf, Habza, dan kedua anak kembarnya telah diamankan petugas. "Yang dibawa istinya sama dua anaknya yang berumur sekitar 3 tahunan," ujar Ketua RT 10 Petojo Binantu V, Gambir, Ani Abdillah, Minggu, 9 September 2012.
Ani mengungkapkan petugas sempat bingung dengan identitas Yusup. Pasalnya, identidas dan panggilan akrabnya di daerah tersebut berbeda. "Polisi datang ke tempat saya, tanya ada tidak warga saya yang namanya Yusup, saya jawab tidak ada. Lalu saya antar ke RT 9," tambah dia.
Ani menceritakan, keluarga Yusup diamankan delapan petugas. Dari rumah tersebut petugas juga mengamankan satu kardus yang isinya tidak diketahui. "Yang datang ke rumah, dua petugas, belum yang di luar, mungkin ada delapan orang,"tandasnya.
Yusup, menurut Ani, merupakan sosok yang ramah meski pria yang dikenal sebagai ahli rukyah dan bekam itu jarang mengikuti kegiatan-kegiatan masyarakat.
Selain praktek bekam, Yusup diketahui memiliki usaha dagang di rumahnya. Tatangga tak pernah menduga ia terkait dengan kasus teroris. "Siapa yang nyangka? Orangnya biasa, suka ngobrol sama tetangga," tambahnya.
Sebelumnya, Ani menambahkan, istri Yusup mengaku suaminya sudah beberapa hari tidak di rumah. Yusuf izin pergi selama tiga hari ke luar kota untuk menghadiri pernikahan kerabatnya.
Saat ini kediaman Yusup yang merupakan rumah mendiang orang tua istrinya, tertutup rapat, digembok. Tak adagaris polisi di sekelilingnya.
Sementara, polisi telah
menyelesaikan olah TKP di lokasi ledakan, Minggu siang. Kepala Biro
Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigjen Boy Rafli Amar mengatakan,
dalam olah TKP ditemukan banyak bahan peledak. Ada mesiu, batre, alat
ukur daya ledak, senjata rakitan, granat nanas dan bahan kimia
berbahaya.
"Semuanya berdaya ledak tinggi dan dapat dipastikan bahan baku bom. Saat ini, tim Inafis, Gegana, dan Puslabfor masih terus mengamankan sejumlah barang berbahaya tersebut," kata dia. Diduga rumah berkedok yayasan yatim itu tempat persiapan teror dengan target berikutnya yang belum terkuak.
"Semuanya berdaya ledak tinggi dan dapat dipastikan bahan baku bom. Saat ini, tim Inafis, Gegana, dan Puslabfor masih terus mengamankan sejumlah barang berbahaya tersebut," kata dia. Diduga rumah berkedok yayasan yatim itu tempat persiapan teror dengan target berikutnya yang belum terkuak.
Ledakan Sabtu malam
melukai tiga orang, salah satunya seorang pria yang mengalami luka bakar
hingga 85 persen. Identitasnya belum dipastikan, hingga kini polisi
masih menyebutnya sebagai Mr X. (adi)
Bom Depok
Metrotvnews.com, Depok: Lokasi ledakan di
Beji, Depok, Jawa Barat, diduga sebagai salah satu gudang penyimpanan
bahan peledak dan senjata api kelompok teroris. Dugaan itu didasarkan
banyaknya bahan peledak yang ditemukan di lokasi kejadian.
"Kami duga tempat ini ini sebagai lokasi penyimpanan bahan-bahan pembuat bom dan alat-alat peledak senjata api," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Boy Rafli Amar di lokasi kejadian, Ahad (9/9).
Di lokasi itu, tim gabungan menyita barang bukti, di antaranya tiga granat, lima baterai 9 volt, enam switching dalam rangkaian, manual kit, laras, magazen, black powder, potasium 7 kilogram, satu detonator elektrik, kabel serabut dan tunggal, serta paralon ukuran 11/4 inci sebanyak 6 buah yang sudah terisi.
Selain itu, polisi juga menemukan dua senjata api laras pinggang dan satu pistol Baretta. Menurut Boy, seluruh barang tersebut baru masuk ke rumah bertulis Yayasan Yatim Piatu Pondok Bidara itu pada Jumat (7/9) malam, atau sehari sebelum kejadian.
"Itu sudah dalam pemantauan kita. Cuman barang ini baru masuk kurang dari 24 jam," ucap Boy.
Boy memastikan kegiatan di lokasi tersebut adalah aktivitas teror. Namun, belum disimpulkan keterkaitan kelompok itu dengan kelompok teror lain. Belum ada tersangka dalam kejadian itu. Sejauh ini, polisi sudah memeriksa 11 saksi, termasuk tiga korban luka akibat ledakan.
"Yang jelas ini bagian dari rencana aksi teror. Jelas-jelas ini merupakan bagian rencana aksi teror. Apakah orang-orang ini terkait dengan rencana lainnya? Kami butuh waktu untuk menyelidiki. Dari data analisis intelijen lainnya, akan kami kaitkan," kata Boy.(IKA)
"Kami duga tempat ini ini sebagai lokasi penyimpanan bahan-bahan pembuat bom dan alat-alat peledak senjata api," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Boy Rafli Amar di lokasi kejadian, Ahad (9/9).
Di lokasi itu, tim gabungan menyita barang bukti, di antaranya tiga granat, lima baterai 9 volt, enam switching dalam rangkaian, manual kit, laras, magazen, black powder, potasium 7 kilogram, satu detonator elektrik, kabel serabut dan tunggal, serta paralon ukuran 11/4 inci sebanyak 6 buah yang sudah terisi.
Selain itu, polisi juga menemukan dua senjata api laras pinggang dan satu pistol Baretta. Menurut Boy, seluruh barang tersebut baru masuk ke rumah bertulis Yayasan Yatim Piatu Pondok Bidara itu pada Jumat (7/9) malam, atau sehari sebelum kejadian.
"Itu sudah dalam pemantauan kita. Cuman barang ini baru masuk kurang dari 24 jam," ucap Boy.
Boy memastikan kegiatan di lokasi tersebut adalah aktivitas teror. Namun, belum disimpulkan keterkaitan kelompok itu dengan kelompok teror lain. Belum ada tersangka dalam kejadian itu. Sejauh ini, polisi sudah memeriksa 11 saksi, termasuk tiga korban luka akibat ledakan.
"Yang jelas ini bagian dari rencana aksi teror. Jelas-jelas ini merupakan bagian rencana aksi teror. Apakah orang-orang ini terkait dengan rencana lainnya? Kami butuh waktu untuk menyelidiki. Dari data analisis intelijen lainnya, akan kami kaitkan," kata Boy.(IKA)
Kamis, 30 Agustus 2012
Contoh Memo Bahasa Inggris!!! NEW!!!
MEMO
For ( Mr/Ms) : Mr.Sayeedh bin Ahmed
From (Mr/Ms) : Mr. Dandy, manager of PT.NCC,Nuclear Supplier
Message :
Mr.Dandy ask Mr.Sayeedh to call her as soon as possible, to discuss our joining to Nuclear Attack in Iraq.
(Phone number : 011111122)
Date : Wednesday, 17 June 2012
Taken by : Mr.Fernando Gonzales
1. Surat khusus yang dibuat khusus untuk keperluan dalam kantor atau organisasi
2. Dilihat dari peredarannya, sebuah kantor atau organisasi dapat menyampikan memo secara horizontal maupun secara vertikal
3. Penyampian secara horizotal merupakan penyampian memo kepada pihak yang memiliki jabatan satara
4. Penyampian secara vertikal merupakan penyampaian memo dari atasan kepada bawahan atau sebaliknya untuk mengingatkan atau memerintahkan sesuatu
5. Merupa bentuk komuikasi yang berisi saran, arahan, atau penerangan mengenai sesuatu hal
6. Memiliki bagian surat yang lebih sederhana dibandingkan dengan surat resmi pada umumnya, terutama dalam isi surat.
7. Karena pedarannya yang terbatas, memo biasanya tidak mencantumkan identitas kantor, seperti nama kantor, nomor telepon, faksimili, dan kode pos, secara lengkap.
Ciri-ciri bentuk memo
Bentuk memo terdiri atas dua bagian:
- Kepala Memo
Penerima
Pengirim
Perihal dan tanggal pengimin
Paraf dan nama terang pengirim
- Isi, penulis langsung menyampikan pesan atau perintah dalam kalimat pendek dan lugas.
Itulah sedikit contoh tentang Pengertian Memo Bahasa Inggris dan Contoh Memo itu sendiri, juga Ciri-Ciri Memo dan ciri-ciri bentuk Memo. Semoga bermanfaat untuk Anda yang kesasar
Rabu, 29 Agustus 2012
Pidato SBY Soal Kerusuhan Syiah di Sampang
Edi Kurniawan, Berita99
JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono merespon kerusuhan yang terjadi di Sampang Madura, Jawa Timur. SBY meminta semua pihak bekerja cepat untuk menyelesaikan kasus penyerangan terhadap kelompok Islam Syiah di Sampang yang terjadi Minggu (26/8) kemarin. Ia berharap kasus tersebut tidak terulang kembali.
"Saya harap ada langka yang cepat dan tepat yang dilakukan oleh saudara semua dengan jajarannya sehingga ini tidak terus terjadi di tempat yang sama," kata SBY dalam rapat terbatas Senin (27/8) di Istana Presiden Jakarta.
SBY juga menyesalkan kerusuhan yang menelan korban jiwa itu. SBY menilai kejadian itu telah mencoreng kerukunan dan ketentraman dalam kehidupan masyarakat Indonesia pada umumnya dan masyarakat Sampang pada khususnya. Apa lagi, tambah SBY, hal itu terjadi dalam suasana Lebaran, setelah umat Islam menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh.
"Dalam dua tahun terjadi dua kali, sebelumnya pernah sekali," katanya.
SBY juga meminta aparat hukum segera bertindak. Harus ada hukuman yang tegas dan adil bagi para pelaku penyerangan, apalagi itu untuk kebaikan negara. SBY juga meminta kepada pemerintah setempat untuk membantu korban penyerangan. Pemerintah pusat sendiri, jika dirasa itu perlu, juga akan mengirimkan bantuan kepada para korban.
"Kalau pemerintah pusat harus membantu, kita akan bantu. Untuk membantu mereka-mereka yang jadi korban insiden, apakah rumah dibakar, atau luka-luka secara adil bagi kedua belah pihak," terang SBY.
Penyerangan terhadap kelompok Islam Syiah di Dusun Naggernang, Desa Karang Gayam, Kecamatan Omben, Sampang, Madura yang terjadi Minggu (26/8) kemarin menelan 2 korban jiwa. Kejadian yang sama juga pernah terjadi pada akhir Desember 2011.
berita99.com
JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono merespon kerusuhan yang terjadi di Sampang Madura, Jawa Timur. SBY meminta semua pihak bekerja cepat untuk menyelesaikan kasus penyerangan terhadap kelompok Islam Syiah di Sampang yang terjadi Minggu (26/8) kemarin. Ia berharap kasus tersebut tidak terulang kembali.
"Saya harap ada langka yang cepat dan tepat yang dilakukan oleh saudara semua dengan jajarannya sehingga ini tidak terus terjadi di tempat yang sama," kata SBY dalam rapat terbatas Senin (27/8) di Istana Presiden Jakarta.
SBY juga menyesalkan kerusuhan yang menelan korban jiwa itu. SBY menilai kejadian itu telah mencoreng kerukunan dan ketentraman dalam kehidupan masyarakat Indonesia pada umumnya dan masyarakat Sampang pada khususnya. Apa lagi, tambah SBY, hal itu terjadi dalam suasana Lebaran, setelah umat Islam menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh.
"Dalam dua tahun terjadi dua kali, sebelumnya pernah sekali," katanya.
SBY juga meminta aparat hukum segera bertindak. Harus ada hukuman yang tegas dan adil bagi para pelaku penyerangan, apalagi itu untuk kebaikan negara. SBY juga meminta kepada pemerintah setempat untuk membantu korban penyerangan. Pemerintah pusat sendiri, jika dirasa itu perlu, juga akan mengirimkan bantuan kepada para korban.
"Kalau pemerintah pusat harus membantu, kita akan bantu. Untuk membantu mereka-mereka yang jadi korban insiden, apakah rumah dibakar, atau luka-luka secara adil bagi kedua belah pihak," terang SBY.
Penyerangan terhadap kelompok Islam Syiah di Dusun Naggernang, Desa Karang Gayam, Kecamatan Omben, Sampang, Madura yang terjadi Minggu (26/8) kemarin menelan 2 korban jiwa. Kejadian yang sama juga pernah terjadi pada akhir Desember 2011.
berita99.com
Kerusuhan Syiah - Sunni di Madura
SAMPANG-Satu per satu persoalan yang melatarbelakangi kerusuhan berbau agama di Dusun Nangkernang, Desa Karang Gayam, Kec Omben dan Dusun Gading Laok, Desa Blu"uran, Kec Karang Penang, terkuak. Kuat dugaan, akar persoalan kerusuhan dipicu persoalan perempuan diantara para tokoh yang terkait.
Berdasarkan penelusuran Jawa Pos Radar Madura, bara yang memicu kerusuhan itu sebenarnya sudah terjadi sejak tahun 2005 silam. Namun, saat itu perbedaan paham antara warga di dua desa itu tidak sampai pecah. Seiring berjalannya waktu pada tahun 2006 ketegangan antara kedua belah pihak kembali terjadi. Dan, puncaknya akhir tahun 2011 tahun lalu. Saat itu, pemicu konflik yang disebut-sebut berkaitan dengan perbedaan aliran itu kembali pecah. Yakni, saat satu musala milik Tajul Muluk yang diyakini sebagai tempat penyebaran Syiah dibakar. Begitu juga madrasah milik KH Iklil yang tak lain adalah kakak kandung Tajul Muluk juga tak luput dari sasaran anti Syiah. Dalam tragedi itu satu warga ditetapkan sebagai tersangka, yakni Musrika, 40, warga Desa Sogiyan, Kec. Omben. Dia sudah sudah divonis oleh hakim 3 bulan 10 hari dari tuntutan 5 bulan penjara. Sedangkan Tajul Muluk yang ditetapkan sebagai tersangka penistaan agama divonis hukuman 2 tahun penjara. Jauh sebelum kasus mencuat, sebenarnya berbagai pihak sudah memediasi. Bahkan, Tajul Muluk bersama keluarganya sudah dipindahkan dari Kec Omben ke Malang. Itu untuk menghindari adanya gesekan lebih jauh. Sebab, konflik terkesan mengarah pada perang Syiah-Sunni. Namun, Tajul Muluk akhirnya angkat bicara saat itu. Tajul menegaskan, konflik yang terjadi di desanya bukanlah disebabkan perbedaan faham antara Sunni dan Syiah. Melainkan, persoalan pribadi dirinya dengan salah satu saudaranya, yakni KH. Rois yang berfaham sunni. Persoalan tersebut akhirnya dibawa ke ranah faham sehingga mengakibatkan bentrok. Beberapa sumber menyatakan, ikwal pecahnya dua bersaudara ang berbeda ajaran itu dipicu persoalan yang sangat pribadi. Lebih tepatnya kasus itu disulut oleh adanya kecemburuan sosial yang berlatar asmara. Akibat kekecewaaan yang mendalam itu lantas menyulut emosi salah satu pihak untuk membawa kasus itu dalam ranah agama. Seorang terdekat dari keluarga Tajul Muluk berinisial R membeberkan banyak hal terkait pemicu awal bentrokan dua kubu. Kejadian itu bermula saat Rois yang memiliki santri yang bernama Halima hendak dipinang oleh salah satu tetangga Tajul. Tajul yang merupakan kakak kandung Rois itu berupaya membantu tetangganya itu untuk meminang pada orang tua Halima. Tak disangka, ternyata Rois sudah memiliki maksud untuk menikahi Halima. Meski kedua kakak beradik tersebut sudah sama-sama memiliki keluarga, tidak menyurutkan niat Rois untuk menikahi Halima. Keinginan terpendam itu baru diketahui Tajul sejak tetangganya itu meminta untuk meminang Halima. Sejak kejadian tersebut kedua bersaudara tersebut mulai tidak akur. Lebih jauh R menjelaskan, ketika mendengar ada santrinya hendak dilamar tetangganya, Rois mulai naik darah. Sebab, keinginan untuk menikahi santrinya itu bisa kandas. Tidak mau kecolongan, Rois pun berusaha mencari tahu siapa dalang di balik aksi lamaran itu. Ternyata, orang yang berusaha menjadi penghulu itu adalah kakak kandung sendiri, yakni Tajul. Perasaan kecewa bercampur dendam itu pun telah menyulut amarah Rois pada Tajul. Dari modus tersebut, Rois diduga lantas menyusun serangkaian agenda untuk menyerang Tajul. Beragam cara mulai dilakukan untuk mendiskreditkan Tajul. Dendam Rois semakin tak terkendali yang pada akhirnya tidak hanya berhenti pada keluarnya Rois dari ajaran Syiah. Namun, Rois melancarkan serangan yang mengatasnamakan ajaran agama. Yakni, dengan tuduhan bahwa Tajul bersama pengikutnya itu menganut ajaran sesat. Karena masyarakat Sampang mayoritas menganut ajaran Sunni, maka sangat gampang sekali Rois memprovokasi lewat bendera agama. Puncaknya, Tajul dituduh melakukan penistaan agama. Tajul pun dihukum. Perihal tersebut juga dibenarkan oleh kakak kandung Tajul yang lain, yakni Iklil Almilal. Ditemui Jawa Pos Radar Madura kemarin di lokasi pengungsian Lapangan Tenis Indor Sampang, Iklil banyak bercerita soal konflik yang selama ini terjadi sebenarnya. Menurut Iklil, permasalahan pribadi antara kedua adiknya itu yang kemudian diseret jauh kepada persoalan agama. Namun, dia tidak habis pikir kenapa permasalahan itu digiring pada persoalan yang bernuansa agama. "Yang jelas ini awalnya adalah permasalahan keluarga, saya nggak tahu kenapa bisa didramatisir," katanya. Pria berperawakan jangkung itu kemudian mengulas sedikit persoalan pribadi antara kedua adiknya. Menurut Iklil, awal mula perselisihan itu saat seorang anak gadis yang bernama Halimah putri Ahmad Bedri yang tidak lain adalah satu aliran dengan Tajul Muluk diminta oleh Rois untuk bantu-bantu istrinya. Namun, Ahmad Bedri tidak mengizinkan. Singkat cerita, Halimah akhirnya dipinang oleh Abdul Aziz yang masih sealiran dengan Tajul Muluk. "Karena gadis itu dipinang oleh orang lain, si Rois ini gembar-gemborkan diluar bahwa Syiah mengambil istri orang,"cerita Iklil. Tak nyaman dengan isu seperti itu Tajul Muluk juga sempat bertanya kepada orang tua perempuan itu. "Tajul tanya ke Pak Bedri itu, apakah anaknya pernah dipinang dan dinikahi oleh Rois, dan dia (Bedri, Red) bilang tidak pernah," katanya mengutip ucapan Tajul kepada Bedri. Namun, belakangan persoalan semakin membesar. "Anehnya masalah ini kenapa terus membesar dan dibawa-bawa pada isu agama," pungkas Iklil. (gik/edo/zid) |
Korupsi Simulator SIM
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai menggarap anak buah Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo untuk mendalami kasus dugaan korupsi Simulator SIM di Korlantas Mabes Polri.
Juru Bicara KPK, Johan Budi SP mengatakan, empat saksi itu di antaran AKBP Wisnu Budaya. AKBP Wandi Rustiwan, Kompol Endah Purwaningsih dan Kompol Ni Nyoman Suwartini. Para perwira Korps Bhayangkara itu diketahui sebagai panitia lelang pada proyek benilai Rp 198,6 miliar. "Mereka diperiksa sebagai saksi untuk DS (tersangka Irjen Djoko Susilo)," kata Johan Budi SP, di kantornya, Jakarta, Rabu (29/8). Menurut Johan, pemeriksaan anggota Polri itu memang sudah sesuai rencana. Karena surat pemanggilan pemeriksaan keempat perwira itu telah dilayangkan oleh KPK sejak tanggal 15 Agustus 2012. Hanya saja sampai Rabu sore, empat saksi itu belum terlihat hadir di KPK. Terkait pemeriksaan tersangka kasus ini, seperti Irjen Djoko Susilo, menurut Johan belum diketahui. Karena saat ini KPK masih melakukan verifikasi terhadap barang bukti yang ada. Terutama dokumen hasil sitaan di markas Korlantas beberapa waktu lalu. "Sàmpai tadi belum ada jadwal pemeriksaan DS. KPK masih mendalami verifikasi barbuk hasil sitaan untuk kemudian periksa DS atau saksi-saksi yang lain," jelasnya. Dalam kasus dugaan korupsi Simulator SIM Polri ini KPK telah menjerat empat tersangka sejak awal. Diantaranya mantan Kakorlantas, Irjen Pol Djoko Susilo, Wakil Kepala (Waka) Korlantas Polri, Brigjen Pol Didik Purnomo serta dua swasta diantaranya Sukotjo Bambang dari PT Inovasi Teknologi Indonesia (ITI) dan Budi Susanto dari PT Citra Mandiri Metalindo Abadi. Tiga nama tersangka pada kasus ini diduga ikut serta dalam kasus dugaan korupsi yang dilakukan Irjen Djoko semasa menjabat Kakorlantas Polri tahun 2011 lalu. Gubernur Akpol ini diduga menyalahgunakan kewenangannya dalam proyek pengadaan simulator untuk ujian SIM senilai Rp 189,6 miliar.(fat/jpnn) |
Jumat, 27 Juli 2012
10 NEGARA DENGAN JUMLAH MEDALI EMAS OLIMPIADE TERBANYAK
10 NEGARA DENGAN JUMLAH MEDALI EMAS OLIMPIADE TERBANYAK
Diposkan oleh HERMAN SHOFYAN
Posting ini adalah tentang top 10 negara dengan medali emas Olimpiade tertinggi. Olimpiade adalah simbol persatuan olah raga antar negara didunia, Olimpiade dimulai dari sebuah kota Yunani Athena pada abad ke-8 SM. Olimpiade adalah acara terkemuka dunia, dalam olimpiade Olahragawan dari setiap negara bersaing antara satu sama lain dalam memperbutkan gelar juara. Olimpiade diselenggarakan setiap 4 tahun sekali di negara tertentu yang dipercaya sebagai tuan rumah.
Dalam Olimpiade terdapat 3 jenis medali yaitu emas, perak, dan perunggu. Medali emas diberikan kepada juara pertama, perak diberikan pada juara kedua, dan perunggu diberikan pada juara ketiga. Betapa bangganya negara yang atletnya mendapat medali emas (woowww). Saya jadi penasaran negara mana yang mendapat medali emas terbanyak selama sejarah olimpiade, dari rasa penasaran itu saya mendapat 10 negara tersebut.
1. Amerika Serikat.
Memiliki medali emas olimpiade sebanyak 894.
2. Inggris.
Mendapatkan sebanyak 189 medali emas olimpiade sampai saat ini.
3. Prancis
Memperoleh 184 medali emas.
4. Italia
Mendapatkan 182 emas Olimpiade, selisihnya hanya 2 edali dari Prancis.
5. Hungaria
156 Medali emas berhasil dikumpulkan oleh negara ini.
6. Jerman
Mendapat sebanyak 147 Medali emas.
7. Swedia
Negara ini unggul dala bidang reang dan mendapat sejumlah 142 medali sepanjang olipiade.
8. Australia
Mendapat sebanyak 117 medali, medali yang didapatkan sebagian besar dalam cabang olahraga Basketball.
9. Jepang.
Negara yang dikenal sebagai negara asal beladiri karate ini menduduki posisi ke 9 dengan perolehan medali sebayak 114.
10. China
Negara China adalah negara para pendekar kungfu, negara ini menempati urutan kesepuluh dengan total medali emas olimpiade sebanyak 112.
Kobujutsu Indonesia
Sekilas tentang Kobujutsu
Secara harfiah Kobujutsu berarti Ilmu Beladiri Tua/Kuno/Tradisional (Old Martial Art). Istilah Kobujutsu digunakan masyarakat beladiri Okinawa mengacu pada penggunaan Senjata Klasik Tradisional pada Seni Beladiri Okinawa. Selanjutnya istilah Kobujutsu lebih sering digunakan untuk Ilmu Beladiri Menggunakan Senjata.
Cerita yang umum/populer menyatakan bahwa Kobujutsu muncul dari penggunaan alat-alat pertanian/nelayan yang berevolusi menjadi senjata karena saat itu para petani/nelayan tidak diperkenankan membawa senjata. Karena itu para petani berusaha menciptakan dan mengembangkan teknik beladiri menggunakan alat pertanian tradisional mereka sebagai senjata.
Senjata-senjata itu antara lain bo, yaitu tongkat yang digunakan sebagai alat bantu saat berjalan, atau untuk menggantungkan dua beban/barang bawaan dan dipanggul di pundak (bhs Jawa: pikulan). Eku adalah dayung nelayan. Dannunchaku (double stick) digunakan sebagai alat pemukul untuk merontokkan padi.
Senjata-senjata itu antara lain bo, yaitu tongkat yang digunakan sebagai alat bantu saat berjalan, atau untuk menggantungkan dua beban/barang bawaan dan dipanggul di pundak (bhs Jawa: pikulan). Eku adalah dayung nelayan. Dannunchaku (double stick) digunakan sebagai alat pemukul untuk merontokkan padi.
Namun, para ahli seni bela diri modern telah menemukan latar belakang historisuntuk cerita ini, dan bukti yang ditemukan oleh berbagai ahli sejarah bela dirimenunjukkan bahwa kasta Ksatria Pechin (Pechin Warrior) di Okinawa-lah yang mempraktekkan dan mempelajari seni bela diri Kobujutsu ini, bukan Heimin(orang biasa).
Jika dibagi sesuai jenisnya maka senjata-senjata dalam beladiri Kobujutsu ada dua kelompok yaitu :
1. Kelompok senjata tajam : Ken, Sai, Kama, Timbre Rochin, Kakato dll
2. Kelompok senjata tumpul : Bo, Eku, Tonfa, Nunchaku dll
3. Kelompok senjata Aplikatif : Yaware (Ballpoint), Gi (Jaket), Obi (Sabuk) dll.
1. Kelompok senjata tajam : Ken, Sai, Kama, Timbre Rochin, Kakato dll
2. Kelompok senjata tumpul : Bo, Eku, Tonfa, Nunchaku dll
3. Kelompok senjata Aplikatif : Yaware (Ballpoint), Gi (Jaket), Obi (Sabuk) dll.
Saat ini Ilmu Kobujutsu dengan berbagai senjatanya tersebut dipelajari dan dikembangkan hampir di seluruh dunia sebagai olah raga dan juga seni.
Kobujutsu di Indonesia
Setiap bangsa di dunia ini memiliki budaya beladiri yang juga mengembangkan alat perlengkapan sehari-hari menjadi senjata sebagai alat perlengkapan beladiri, tidak terkecuali Indonesia. Negara Indonesia yang terdiri dari kepulauan, menjadikannya memiliki banyak suku, tentu tiap suku juga memiliki seni, budaya,beladiri sekaligus senjata khas.
Karena kultur Indonesia tidak terlalu jauh berbeda dengan kultur Jepang maka peralatan dan senjata yang ada dalam Kobujutsu kebanyakan juga ada di Indonesia. Hanya saja perbedaannya di Indonesia pada umumnya peralatan kerja sehari-hari yang berupa senjata tajam saja yang selanjutnya berkembang menjadi senjata, sedangkan yang berupa peralatan tumpul kurang dikembangkan menjadi senjata.
Sebagai contoh :
Sabit atau clurit di Madura sudah dikembangkan menjadi senjata yang asalnya merupakan alat untuk memotong padi atau rumput.
Mandau sebenarnya adalah peralatan sehari-hari yang digunakan di ladang atau sebagai perlengkapan berburu di hutan bagi masyarakat Dayak di pulauKalimantan.
Sedangkan peralatan kerja yang berupa peralatan tumpul tidak dikembangkan menjadi senjata seperti di Okinawa misalnya:
Bo atau tongkat panjang yang berasal dari alat untuk membawa dua beban di pundak atau di Indonesia (Jawa) disebut pikulan.
Eku jelas berasal dari dayung sampan.
Akademi Kobujutsu Indonesia (AKI)
Kami mencoba membuat terobosan baru dengan mendirikan Akademi Ilmu Kobujutsu Indonesia (AKI) untuk mengembangkan Ilmu, Seni dan Olah Raga Beladiri Kobujutsu Indonesia. Dalam pengembangan ini kami juga melengkapi latihan senjata (bukijutsu) dengan teknik tangan kosong (taijutsu) yang antara lain meliputi teknik kuda-kuda (tachi waza), langkah (tai sabaki), teknik tangkisan (uke waza), pukulan (uchi waza), tendangan (geri waza), teknik jatuhan (ukemi waza),lemparan (nage waza), kuncian (katame waza), kata, kumite, teknik menghadapi senjata, beladiri wanita dll.
Adapun senjata yang dikembangkan dalam Kobujutsu Indonesia antara lainTraditional Kobujutsu (menggunakan senjata tradisional) seperti Tongkat (Bo, Jo, Hanbo), Police Baton (Tonfa), Dayung (Eku), Ken/Bokken,Trisula (Sai), Pacul(Kakato), Sabit (Kama), Yaware dll serta Modern Kobujutsu (memanfaatkan peralatan sehari-hari) seperti Ballpoint, Payung, Sabuk, Jaket, Helm, Tas dll
Langganan:
Postingan (Atom)
